Rabu, 16 Desember 2015

PERBEDAAN GENDER



SIAPAKAH LAKI-LAKI?

LAKI-LAKI adalah ciptaan TUHAN yang paling indah bagi yang mau mengerti dan menyadarinya.
Dia banyak MENGALAH dari umur yang sangat muda.
Dia rela membelanjakan semua duit, membeli HADIAH untuk yang dia CINTA, hanya untuk melihat cintanya TERSENYUM.
Dia KORBANKAN masa lajangnya hanya untuk seorang WANITA.
Dia KORBANKAN masa muda demi istri dan anak2nya dengan bekerja sampai malam TANPA MENGELUH.

Dia bina MASA DEPAN mereka Sekeluarga dengan hutang dan membayar cicilan sampai stress.
Dia telah bersusah payah tapi masih dimarahi Isteri dan BOSS. Kehidupannya berakhir hanya untuk MENGALAH demi KEBAHAGIAAN orang lain.
Kalau dia keluar rumah, kata org dia NGELAYAP.
Kalau dia tinggal dirumah, kata org dia MALAS.
Kalau dia marahi anak2, kata org dia GALAK.
Kalau dia tak marah, kata Org dia laki-laki yang TAK TEGAS.
Kalau dia tak bolehkan isteri bekerja, kata org dia Seorang yang MENGUNGKUNG.
kalau dia bolehkan isteri bekerja, kata org dia MAKAN gaji isteri.
Kalau dia dengar apa kata ibunya, kata org dia ANAK MAMI.
Kalau dia dengar kata isteri, kata org dia DKI (Dibawah Ketiak Istri).
Kalau dia banyak MENOLONG wanita yg membutuhkan, dibilang HIDUNG BELANG.
Kalau gak mau tolong wanita lain, katanya KEJAM.
Tapi di tengah terpaan segala macam tuduhan, dia tetap TEGAR (Never Give Up ugh..!).
Dialah LAKI-LAKI....
HARGAILAH setiap LAKI-LAKI dalam hidup anda.
Anda tidak akan pernah tahu apa PENGORBANAN yang sudah dilakukannya buat Anda!


 SUMBER : https://www.facebook.com/edo.s.datangam?fref=ts

JEJAKKU

(Untuk teman-teman seangkatan yang selalu ku kenang)
Janganlah menjejali kepala dengan pertanyaan yang bermuara pada bayang-bayang misteri hingga membuat batinmu protes karena menurutmu tak ada satu pun gambarku terpancang bersamamu di tempat perhentian mimpi-mimpi kita.
Bukankah kini telah menjadi nyata, deburan ombak yang mengombang-ambingkan biduk tua kita telah berbesar hati merapatkannya mendekati dermaga. Tetapi, kau seperti tak tahu saat aku menguntitmu menyisir pantai, bermain dengan cangkang keong dan seekor ubur-ubur hingga kau sejenak terlupa akan hiu besar yang kemarin nyaris membalikkan biduk kita.
Cukupkanlah tatap tanyamu, karena aku selalu ada bersamamu ketika kau tersenyum bahagia atau saat kau berkutat di semak berduri, tikungan tajam, kerikil yang menyala, dan tunggul-tunggul bambu dengan sembilu tajam mengilukan gigi.
Begitu pun saat kau berhenti sejenak menyeka keringat dan darah, mencabuti onak yang menancap di telapak kaki, aku selalu ada dan melakukan hal yang sama, bahkan kita saling membersihkan kepala yang tadi terantuk pada pohon beringin yang dihuni ribuan ulat bulu.
Cobalah menatapku: senyum dan tawaku sama seperti kamu, duka dan heningku sama juga seperti kamu. Lihatlah aku dengan mata hatimu.
Karena jika kau tetap memaksakan diri untuk menemukan jejakku di rimbunan belukar yang terkuak, dan mengira akulah yang melintas di situ berkali-kali. Kau takkan menemukannya.
Kini jelaslah bagimu, mengapa kemarin aku tak mengguratkan serpihan arang atau mencoret-coret tanah untuk menandai perjalananku, karena ku tahu hujan yang bersimbur tadi malam tentu akan meluruhkannya.
Aku hanya mempertemukan noktah-noktah samar, gabungan lena dan jaga menjadi garis-garis sketsa yang bisa transparan dalam jiwa yang bertentu tuju – itu pun jika aku sendiri yang menghikmatinya. Itulah yang membedakanku denganmu.
Maka maafkanlah, karena aku tetap pada cara pandangku yang tak mudah terpancing oleh gaya hidupmu. Aku tetaplah diriku yang tak ingin terlalu banyak diketahui tentang apa yg telah, sedang, dan akan kulalui. Biarlah rute yg kutempuh tetap menjadi misteri bagimu sampai nanti kau temukan jejak langkahku di jalan setapak yang juga kau lalui.

SUMBER : https://www.facebook.com/edo.s.datangam?fref=ts
Oleh: Edoarusman
Patra Ista220, 26 Maret 2014